Dukung Pengawasan Penyelenggaraan Pelayanan Publik, FH Umri Gelar Kuliah Umum dan Teken MoU Dengan Ombudsman RI

Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) melaksanakan Kuliah Umum bertajuk Sinergi Ombudsman RI dengan Perguruan Tinggi dalam Mendukung Pengawasan Penyelenggaraan Pelayanan Publik. Kegiatan itu dilaksanakan pada Selasa (28/2/2023) siang di Auditorium Kampus Utama Umri, jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru.

Sebagai pemateri tunggal dalam kuliah umum tersebut adalah Ketua Ombudsman RI Mokhammad Najih SH MHum PhD yang pada kesempatan tersebut didampingi Ketua Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Riau Bambang Pratama SH MH. Bersamaan dengan itu sekaligus menjadi momen penandatanganan kerjasama antara Ombudsman RI dengan Umri utamanya Fakultas Hukum. 

Turut hadir pada kegiatan itu Rektor Umri Dr H Saidul Amin MA, Dekan Fakultas Hukum Raja Desril SH  MH, Tokoh Muhammadiyah Riau Azlaini Agus SH MH, serta puluhan dosen dan mahasiswa program studi Ilmu Hukum.

Rektor Umri Dr H Saidul Amin MA memulai sambutannya mengucapkan selamat milad kepada Ombudsman RI. “Karena ulang tahun ombudsman RI masih sepuluh hari lagi, kami bayarkan DP-nya hari ini dengan mengucapkan selamat ulang tahun” sebutnya.

Ombudsman RI lanjutnya, merupakan lembaga yang mengawasi pelayanan publik dan bebas dari campur tangan lembaga lain. Kewenangannya begitu luar biasa sehingga seluruh pelayanan publik pemerintah tidak luput dari pengawasan Ombudsman, “begitu hebat wewenangnya sehingga ditakuti oleh lembaga-lembaga yang bermasalah” sebut Saidul Amin lagi. 

Umri, sebagai salah satu lembaga swasta yang juga melaksanakan pelayanan publik pun tidak luput dari pengawasan, “kalau ada masalah di Umri, orang juga bisa lapor ke Ombudsman” sebut Saidul Amin.

Sebagai penutup, Saidul berharap kuliah umum ini mampu membawa wawasan baru kepada para peserta, “bagi adik-adik mahasiswa yang belum tahu banyak mengenai Ombudsman, maka kesempatan kali ini bisa membuka mata agar benar-benar memahami secara utuh tentang lembaga ini” tutupnya seraya membuka kegiatan kuliah umum.

Selanjutnya dalam pemaparan kuliah umum, Ketua Ombudsman RI Mokhammad Najih, SH MHum PhD secara umum memperkenalkan lembaga Ombudsman serta tugas dan tanggungjawab-nya. 

“Ada beberapa hal yang melatarbelakangi berdirinya Ombudsman, diantaranya adanya kelemahan lembaga penerima keluhan yang sudah ada sebelumnya, fleksibilitas cara kerja Ombudsman sendiri dan hadirnya Ombudsman di berbagai sistem pemerintahan di dunia,” ujarnya Mokhammad Najih.’

Konsep Ombudsman sendiri, sebut Najih, telah lama di kenal ratusan tahun yang lalu. Terinspirasi dari konsep Qadhi al Qhudaat yang sudah terlebih dahulu dipraktikkan oleh Khalifah Umar ibn Khatab di zaman kekhalifahan islam, konsep ini kemudian diadopsi oleh Swedia. 

“konsep ini dipelajari oleh raja Charles XII yang waktu itu mencari suaka ke wilayah Turki, dibawa dan diaplikasikan di Swedia. Konsep ini kemudian diberi nama ombud yang kemudian menjadi Riksdagen Ombudsman,” jelasnya lagi. 

Di Indonesia sendiri, Ombudsman dibentuk berdasarkan Kepres No. 44 Tahun 2000 yang disahkan oleh Presiden Abdurrahman Wahid pada masa pemerintahannya. Di tahun-tahun selanjutnya komisi ini semakin diperkuat dengan disahkannya undang-undang yang melengkapi tugasnya hingga pada saat ini Ombudsman RI dapat berjalan hingga sudah memiliki banyak generasi pimpinan.

Diakhir pemaparannya, Najih menyampaikan harapan, hendaknya mahasiswa dapat turut serta dalam program Ombudsman. “Kami berharap Umri bisa membuat unit kegiatan mahasiswa dalam hal pengawasan atau pemantau penyelenggara pelayanan publik, dan Ombusdman siap membantu dan memberikan perkuliahan melalui program MBKM yang saat ini sedang dilaksanakan pemerintah, sebab isu pelayanan publik tidak hanya di bidang hukum, namun ada di segala bidang yang menyangkut pelayanan kepada masyarakat,” pungkas Ketua Ombusdman RI tersebut.