Prof. Dr. Syaiful Bakhri, S.H., M.H. Beri kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Riau

civitas akademika UMRI bersama Rektor UMJ

Pekanbaru–Kamis (24/03/2016), Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Riau (FH UMRI) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Politik Hukum Pembaharuan Hukum Pidana Nasional”. Bertempat di Aula kampus I UMRI, Acara ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Syaiful Bakhri, S.H., M.H. (Guru Besar Hukum Pidana Universitas Muhammadiyah Jakata).

Rektor UMRI, Dr. H. Mubarak, M.Si., dalam sambutannya mengharapkan civitas akademika UMRI dapat memanfaatkan kuliah umum ini untuk menambah pengetahuan, terutama bagi Fakultas Hukum. Dan menjadikan motivasi untuk mengejar proses reakreditasi fakultas termuda di Universitas Muhammadiyah Riau tersebut.

Dalam penyampaian materinya, Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta tersebut mengungkapkan tentang urgensi pembaharuan hukum pidana nasional Indonesia. Hal ini dikarenakan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang berlaku saat ini merupakan warisan pemerintahan kolonial belanda, dirasa sudah tidak lagi memenuhi kebutuhan penegakan hukum daan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat.

“Pembaharuan hukum menetukan arah pembentukan watak bangsa, dari satu kondisi real menuju kondisi ideal, sehingga RUU KUHP merupakan alat transformasi sosial budaya masyarakat secara terncana. Pembaharuan hukum berarti mengganti hukum yang ada dengan hukum yang lebih baik, bukan sekadar mengadakan perubahan seperlunya yang mengganti baju kolonial menjadi kemasan nasional, melainkan wujud dari kemerdekaan dan kedaulatan bangsa sesungguhnya,” lanjut akademisi kelahiran Kotabaru, Kalimantan Selatan, 20 Juli 1962, tersebut.

Sebagai penutup pemaparan materinya, lulusan Strata 3 Universitas Islam Indonesia dan Strata 2 Universitas Indonesia ini mengatakan bahwa pembaharuan KUHP yang ada saat ini akan membawa perubahan yang signifikan, karena akan berupaya mengakomodir kepentingan dan perkembangan yang terjadi dalam masyarakat modern dan merupakan penataan ulang yang diperlukan dalam konstelasi perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Apabila terdapat undang-undang di luar KUHP (dalam bentuk lex specialis) dan mengatur hal lain atau belum diatur dalam KUHP maka undang-undang tersebut dapat berlaku.

Kuliah umum ini ditutup dengan sesi tanya jawab antara peserta dengan pemateri, dipimpin moderator H. Aksar, S.H., M.H., dosen Fakultas Hukum UMRI yang juga menjabat sebagai Ketua Prodi Ilmu Hukum. (Iq7)

Tim Volly Putra FH UMRI raih gelar perdana

PEKANBARU – Tim volly putra Fakultas Hukum UMRI berhasil menorehkan prestasi dalam turnamen internal di lingkungan UMRI. dalam turnamen bertajuk “makrab IV” yang ditaja Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 13-14 maret 2016 lalu. Turnamen yang gelar di lapangan volly kampus 2 UMRI diikuti oleh 8 tim dari berbagai angkatan dan fakultas.

Tim Fakultas Hukum yang diperkuat mahasiswa angkatan 2015, berhasil menjadi runner-up alias  menjadi juara 2. Kalah difinal dari tim tuan rumah BEM fakultas ekonomi dalam pertarungan 2 set yang berlangsung ketat. Skor 22-25 di set pertama dan 24-26 di set kedua.

Menejer tim Fakultas Hukum, M.iqbal mengungkapkan syukur atas prestasi yang ditorehkan oleh angkatan kedua Fakultas Hukum tersebut. “Alhamdulillah, dengan persiapan yang minim tim ini bisa memberikan kemampuan terbaik dalam turnamen kali ini,” ujarnya saat ditemui pasca acara penyerahan hadiah, sempena malam keakraban fakultas Ekonomi, sabtu (19/03) di auditorium kampus I UMRI.

M.iqbal menambahkan, pada awal turnamen ini Tim yang ia pimpin sama sekali tidak diperhitungkan. “saya selalu memberikan motivasi ke para pemain, bahwa jangan memikirkan hasil yang akan kita peroleh di turnamen ini, yang terpenting adalah usaha yang maksimal”. Dan hasil nya di luar perkiraan, tim ini berhasil mengalahkan tim yang diunggulkan dan berhasil mencapai partai final. “Di semifinal smash keras dari ahmad zidni, mahasiswa asal desa alah air selat panjang kabupaten meranti berhasil menumbangkan tim “Panser” yang berisi pemain senior fakultas ekonomi.” Lanjutnya.

Senada dengan yang disampaikan menejer mereka, pemain tim Fakultas hukum, Bagus satrio dan Ogi andre mengatakan keikutsertaan mereka pada turnamen ini awalnya hanya untuk menunjukkan eksistensi Fakultas Hukum di internal kampus “ kami ingin membuktikan, bahwa walaupun fakultas kami masih bayi kami bisa berprestasi,” ungkapan yang diamini rekan setim mereka Rendri firmansyah dan Hasnan. “Kalaupun jadi juara kami anggap sebagai bonus saja, sebagai hasil kerja keras semua pemain.” Ujar mahasiswa asal medan tersebut.

Semoga ke depan tim ini bisa meneruskan tren baik dan menjadi kampiun di berbagai kejuaraan yang diikuti. Harapan yang tentunya juga menjadi doa seluruh civitas akademika Fakultas Hukum UMRI. fakultas yang merupakan fakultas  termuda di lingkungan UMRI tersebut.(iq7)

Pelantikan BEM Fakultas hukum UMRI

pelantikan BEM

Pekanbaru – civitas akademika fakultas hukum Universitas Muhammadiyah Riau, Sabtu 19 desember 2015 melaksanakan acara pelantikan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas periode 2015-2016. Bertempat di aula kampus I jl. KH ahmad dahlan Pekanbaru, acara dimulai tepat pukul 08.00 wib s/d selesai. dihadiri oleh wakil rektor III Baidarus, MM, M.Ag, Pjs.dekan Fakultas Hukum dr. H. Taswin Yacob, Sp.S. ketua prodi Ilmu hukum Aksar, SH, MH. Presiden mahasiswa UMRI dan gubernur BEM fakultas di lingkungan UMRI.

Pjs. Dekan Fakultas Hukum dr. H. Taswin Yacob, Sp.S, pasca melantik kepengurusan  BEM FH UMRI, mengucapkan selamat dan berharap kepengurusan ini bisa menjalankan amanah dan memberikan kontribusi bagi eksistensi fakultas hukum. Baik di internal kampus maupun eksternal saat membawa nama universitas. “Di setiap universitas fakultas hukum biasanya menjadi ikon dan barometer suatu universitas”, lanjut beliau. Hal ini memerlukan kerja keras dan semangat para civitas akademika FH, mengingat fakultas ini merupakan yang termuda di UMRI. Dengan di bentuknya BEM FH ini semoga bisa menjadi  nilai tambah dalam proses re-akreditasi fakultas ini kedepannya.

Mewakili rektor UMRI, Baidarus, MM, M.Ag, dalam sambutannya mengharapkan kepengurusan ini bisa menjadi wadah bagi mahasiswa fakultas hukum dalam mengembangkan diri dan berorganisasi. Sesuai dengan tema pelantikan, “menciptakan insan hukum berdedikasi yang memadukan hukum positif dan hukum islam”. diharapkan para mahasiswa bisa aktif dan berprestasi sehingga memberikan citra positif UMRI di masyarakat. Hal ini senada dengan harapan presiden mahasiswa UMRI Taufik hidayat, kepengurusan BEM FH ini diharapkan sejalan dengan program kerja BEM universitas dan bisa bersinergi dalam setiap kegiatan kemahasiswaan UMRI.

Arief rahman, selaku gubernur BEM FH pasca dilantik memohon bimbingan dan arahan agar bisa menjalankan roda organisasi ini dengan baik. Kemudian mengucapkan terima kasih atas kerja keras panitia sehingga acara pelantikan ini bisa berjalan dengan sukses.